Tolong Tahan Liftnya

Beberapa kali saya terlewat lift yang pintunya baru aja menutup. Walaupun orang didalam lift sempat melihat saya setengah berlari mengejar lift, tapi ngga ada yang menekan tombol ‘open’.

Rasanya ada beberapa sebab kenapa mereka ngga menekan tombol ‘open’ :

  1. Ngga punya refleks yang baik. Walaupun mata udah melihat saya, dan pikiran mengatakan ‘ada yang mengejar lift’, tapi koordinasi otak dengan tangannya kurang baik sehingga tangannya ngga refleks bergerak cepat untuk menekan tombol ‘open’.
  2. Pengen cepet-cepet sampai ke lantai tujuannya, dan berpikir bahwa menunggu saya akan memakan sekitar 5-10 detik waktunya.
  3. Membatasi pandangan hanya pada jarak 1 meter didepan matanya.

“Lift menuju sukses selalu rusak. Anda harus menaiki tangga, langkah demi langkah.” – Joe Girard -

Sekarang, coba bayangkan Lanjut membaca

Rasanya Saya Bisa Jadi Indonesian Idol


Inget jaman saya SMP . Saat itu ujian praktek vokal untuk kenaikan kelas, dan saya masih belum sadar bahwa suara saya udah berubah (karena akil balik).
Baru baris pertama menyanyikan “Indonesia Raya”, guru penguji udah senyum-senyum bahkan ada yang kelepasan ketawa.
Bisa Anda tebak selanjutnya? Saya ‘mogok’ nyanyi setelah itu. Padahal dari kecil, kabarnya saya selalu menyanyi “Aku seorang Kapiten” kalo ada acara ulang tahun. Ulang tahun siapapun.

Akhirnya, ’suara emas’ yang ada ngga pernah terlatih, dan saya pun jadi ngga bisa nyanyi. Sumbang. Fals. Kalo kata Trie Utami : “Kurang atau buruk dalam Pitch Control.”
Mau dipaksa bagaimanapun, saya anti nyanyi. Dari mulai acara karaoke bareng keluarga, tetangga, bahkan acara kantor pun terpaksa (maksudnya : dengan senang hati) saya hindari.

Sampai 3 tahun lalu.
3 tahun lalu, Lanjut membaca