“Memang nasib menjadi anak, kita ngga bisa memilih orangtua kita…,” kata-kata itu keluar dari mulut seorang teman, saat dia bercerita tentang hubungannya dengan ibunya, yang dia anggap ngga berjalan dengan baik. Komunikasi ngga berjalan dengan baik, setiap bertemu pasti ada adu mulutnya, dan 1001 macam kejadian lain, yang membuat keadaan runyam.
Salahkan pernyataan teman saya, bahwa nasib anak ngga bisa memilih orangtua, memilih oleh siapa kita dilahirkan? Ngga, dia ngga salah.
Benar bahwa kita sebagai anak, ngga bisa memilih orangtua kita. Tapi jika anda berpikiran sama dengan teman saya tersebut, saya mau mengingatkan anda satu hal : Tuhan lah yang memilih orangtua tersebut untuk anda. Dan Dia pasti memiliki alasan yang kuat untuk memilih manusia tersebut untuk menjadi orangtua anda.
“Jika anda menutup mulut anda, ngga bakal ada lalat yang masuk.”
- Peribahasa Spanyol -
Saya ngga bicara panjang lebar ke teman saya itu. Saya ngga menasehati dari A sampai Z, tentang bagaimana seharusnya bersikap kepada orangtua, dan menjadikan saya seolah-olah manusia suci yang ngga pernah berbuat salah kepada orangtua.
Tapi, jika saya hanya punya waktu 10 detik sebelum saya mati, dan seseorang meminta saran tentang bagaimana bersikap ke orangtua, saya akan berkata Continue reading
