Busur Dari Anak Panah Kehidupan

Setelah dewasa dan punya anak, saya jadi makin sadar betapa besar kasih sayang orangtua kepada saya. Setiap perkataan, arahan, contoh, bahkan marah nya mereka pun, ngga lain untuk membuat kita lebih baik dan siap menghadapi hidup ini.

Jadi inget satu kejadian dimana Ibu saya marah besar. Sore itu seharusnya saya kursus bahasa Inggris, tapi saat itu saya ngga pergi, saya lupa alasannya apa. Akhirnya saya pergi kursus, karena takut dengan Ibu. Ibu saya sedemikian marahnya, sampai peristiwa itu bener-bener ngga bisa saya lupakan.
Kalo Ibu saya ngga keras menyuruh saya kursus bahasa Inggris waktu kecil, bisa dipastikan saya ngga bakal punya kesempatan kerja di British Telecoms taun 2007. Dari mulai komunikasi e-mail, interview beberapa kali, semua menggunakan bahasa Inggris. Di tempat kerja, walaupun di Malaysia, karena British Telecoms adalah perusahaan Inggris, semua menggunakan bahasa Inggris, ngga ada bahasa melayu.

Sekarang, saya pun berharap anak-anak saya nantinya bisa melihat dan merasakan sisi/dampak positif dari setiap perkataan, arahan, contoh, dan ‘marah’nya saya.
Hari ini kakak saya men-share satu tulisan yang sangat indah dari Kahlil Gibran, dan saya rasa saya harus men-share nya juga dengan anda : Continue reading

Orang Gila Yang Memberi Nasihat

Salah satu hal yang menarik saat menggunakan kereta api, adalah kesempatan bertemu dengan berbagai macam orang. Berbagai ras dan suku bangsa, berbagai cara berpakaian, berbagai usia, berbagai sikap, bahkan sampai berbagai tingkat kewarasan.

Kewarasan? Iya. Kewarasan.

Gimana kita bisa bilang seseorang itu ngga waras (gila)? Kalo bingung, coba aja anda pergi ke jalan, dan temui orang gila, kemudian perhatikan ciri-ciri orang gila. Nah, kalo ada orang dengan ciri-ciri seperti itu, bisa dibilang ngga waras (gila).

Saya ngga perlu pergi ke jalan, karena beberapa kali bertemu di atas kereta, dengan si bapak tua, yang bisa saya kategorikan gila.
Bapak tua ini beberapa kali naek kereta pagi. Dan saya udah hafal kebiasaannya : dia bakal masuk ke kereta tanpa bersuara, mengambil posisi di pintu yang sebelah kanan, kemudian memegang tiang.

Dia terus tanpa suara, sampai kereta mulai berjalan. Begitu kereta berjalan, dia bakal berteriak keras-keras Continue reading