Kuncinya Hanya Permainan Angka

Ini bukan membicarakan hasil akhir Belanda vs Brasil (2-1) di Piala Dunia, tapi saya mau cerita satu pelajaran penting yang saya dapet waktu ‘menimba ilmu’ di salah satu perusahaan MLM (Multi Level Marketing). Siapa tau pelajaran ini berguna untuk anda, atau bisa mengingatkan kalo anda udah tau dan ternyata melupakannya.

Perusahaan MLM memang dipenuhi dengan cerita-cerita dramatis. Mirip dengan peserta American Idol, atau Indonesian Idol. Asalnya orang biasa dengan pekerjaan pas-pas an atau malah ngga punya pekerjaan, kemudian bisa menjadi terkenal dan memiliki segalanya.
Nah, salah satu kegiatan tetap di MLM, untuk memompa semangat, adalah mendengar kisah orang yang telah sukses di MLM tersebut.
Setiap kali ada seseorang berbicara kisah suksesnya, pasti orang selalu bertanya : “Apa rahasianya?”, dan jawaban standar selalu muncul : “Kerja Keras”, “Persisten”, “Set target”, dan kata-kata semacamnya, yang kadang-kadang susah dicari bentuk nyata nya.

Sampai suatu hari, satu orang sukses menjawab pertanyaan “Apa rahasia sukses?” dengan jawaban yang sederhana : Continue reading

Salah Satu Salesman Terbaik Ada Di Bawah Hidung Anda

Apakah anda seorang karyawan, pebisnis, atau di kehidupan sehari-hari sekalipun, kemampuan menjual itu penting.

Sebagai karyawan, anda menjual ide atau usulan, dan pembelinya adalah rekan kerja atau bos anda.

Jika anda seorang bapak, anda juga ‘menjual’ pikiran anda, dan anak anda ‘membeli’ nya. Misalnya anda ingin mendidik anak anda untuk membiasakan diri teratur, meletakkan barang pada tempatnya. Anda harus berusaha ‘menjual’ ide/pikiran bahwa teratur itu baik untuk diri mereka sendiri, dan jika anak anda ‘membeli’ pikiran tersebut, mereka akan melaksanakan hal tersebut, meletakkan barang pada tempatnya.

Untuk pebisnis, menjual lebih jelas lagi. Anda menjual barang atau jasa kepada pelanggan.

“Setiap orang hidup dengan menjual sesuatu.” -Robert Louis Stevenson-

Bagaimana anda bisa belajar menjadi penjual/salesman yang baik? Cara paling efektif, adalah belajar langsung dari salesman terbaik. Dimana anda bisa menemukan salesman terbaik?

Ini pengalaman saya Continue reading

Ini Adalah Yang Bagus Menurut Mereka, Bukan Menurut Anda

Suatu hari, istri saya memesan baju ke satu penjahit, karena kalo memang bagus, memesan baju ke penjahit bisa jauh lebih murah dari beli di toko-toko di Kuala Lumpur. Kualitas (bisa jadi) lebih bagus, harga lebih murah, dan kita bisa bebas menentukan model yang kita mau.

“Ibu penjahit, ini kancingnya kok ngga sesuai dengan yang saya pesan?” kata istri saya saat baju itu diantar. “Kancing yang Ibu pilih itu jelek, jadi saya ganti kancingnya,” jawab si Ibu penjahit.
“Ibu penjahit, kok warna pitanya merah ya? Saya kan minta coklat,” kata istri saya lagi. Lagi si Ibu penjahit menjawab “Warna coklat jelek, bagusan juga merah.”

Saya cuma tertawa kecil aja mendengar cerita istri saya, karena jadi teringat pengalaman serupa di kantor. Continue reading

Gunakan Indera Ke-Enam Dan Anda Dapat Bonus 2 Detik, Mungkin Juga Uang.


Saat mau membeli train ticket, belum saya mengatakan tujuan, si penjaga udah bilang : “ke Batu Tiga pergi balik?”.
Wow, apa dia punya indera ke-enam? Yg pasti, saya jadi takjub dan happy. Kenapa? Karena saya hemat 2 detik. Kenapa 2 detik penting? Karena lebih dari sekali saya ketinggalan kereta yang sudah berangkat 2 detik sebelumnya.

Bagaimana Anda bisa menggunakan indera ke-enam seperti itu? Anda hanya perlu mengamati lebih.

Misal Anda mencoba menjual Continue reading

Maaf, Saya Ngga Punya Yang 1% Itu…


Saya udah lama ngga pernah nulis note, tapi seminggu ini kok rasanya begitu kepingin menuangkan uneg-uneg tentang 1% itu.

Entah kenapa, dalam seminggu ini saya ketemu (baik via internet atau kehidupan nyata) dengan beberapa orang yang mengadaptasi kata-katanya Thomas A.Edison yang kurang lebih

“Sukses itu 1% bakat dan 99% kerja keras”

Orang-orang yang saya temui itu, mengaitkan beberapa kegagalan yang mereka dapat, dengan bilang “maaf, saya ngga punya yang 1% itu”.

Hmmm…saya kok ngga sreg ya dengan pernyataan itu. Bukan merasa sok Continue reading