Kuncinya Hanya Permainan Angka

Ini bukan membicarakan hasil akhir Belanda vs Brasil (2-1) di Piala Dunia, tapi saya mau cerita satu pelajaran penting yang saya dapet waktu ‘menimba ilmu’ di salah satu perusahaan MLM (Multi Level Marketing). Siapa tau pelajaran ini berguna untuk anda, atau bisa mengingatkan kalo anda udah tau dan ternyata melupakannya.

Perusahaan MLM memang dipenuhi dengan cerita-cerita dramatis. Mirip dengan peserta American Idol, atau Indonesian Idol. Asalnya orang biasa dengan pekerjaan pas-pas an atau malah ngga punya pekerjaan, kemudian bisa menjadi terkenal dan memiliki segalanya.
Nah, salah satu kegiatan tetap di MLM, untuk memompa semangat, adalah mendengar kisah orang yang telah sukses di MLM tersebut.
Setiap kali ada seseorang berbicara kisah suksesnya, pasti orang selalu bertanya : “Apa rahasianya?”, dan jawaban standar selalu muncul : “Kerja Keras”, “Persisten”, “Set target”, dan kata-kata semacamnya, yang kadang-kadang susah dicari bentuk nyata nya.

Sampai suatu hari, satu orang sukses menjawab pertanyaan “Apa rahasia sukses?” dengan jawaban yang sederhana : Lanjut membaca

Satu Nasihat Penting Untuk Tidak Pernah Gagal


Saat iseng browsing di Internet, ada satu pertanyaan di sebuah forum yang bener-bener menarik perhatian saya : “Bagaimana tips/trik nya agar tidak pernah gagal?”

Wah, saya juga mau tau dong, kalo memang ada tips/trik nya. Siapa sih yang ngga mau “tidak pernah gagal”? Begitu saya klik, ternyata belum ada jawaban dan respon dari pertanyaan itu. Pertanda apa ini? Orang ngga tau jawabannya, atau takut gagal kalo mencoba menjawab pertanyaan itu?

Kalo berbicara tentang kegagalan, satu hal yang selalu terbayang di pikiran saya Lanjut membaca

Kalo 2500, Boleh Pake Teh Manis Ngga?


Chatting dengan eks-kolega waktu di Indonesia, jadi inget istilah Manager 2500.
Waktu itu saya join dengan start-up company (hanya 4-5 orang staff), biasa namanya juga start-up, banyak mimpi-mimpi dan janji-janji muluk dari para pendirinya. Join dengan perusahaan start-up ini termasuk keputusan besar, karena saya resign dari pekerjaan yang udah stabil di perusahaan lain.

Ditunjuklah saya (karena ngga ada orang lain lagi kali ya) menjadi seorang Manager.
Hebat ya? Ngga. Jangan bayangin manager di perusahaan Indonesia yang besar, atau bahkan perusahaan multinasional. Ini perusahaan start-up. Lanjut membaca