Empat Hal Yang Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia, Tidak Perlu Uang Satu Milyar

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang apa kunci kebahagiaan, atau anda memiliki pandangan sendiri mengenai keadaan apa yang kira-kira bisa membuat anda bahagia. Sebanyak apapun kita mendengar atau membaca tentang kunci kebahagiaan, sulit untuk tidak berpikir bahwa uang adalah kunci segalanya. “Beri saya satu Milyar, nanti saya beri tahu hasilnya,” demikian kata seorang kawan menanggapi komentar bahwa uang bukan kunci kebahagiaan. Sore ini saya chat dengan kawan lama, dan saya bertanya tentang bagaimana dia bisa selalu terlihat bahagia. Selalu menarik untuk mengetahui apa yang membuat orang lain bahagia.

Yang pertama adalah untuk selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan. Hal yang sering anda dengar? Hanya mengetahui, dan benar-benar melakukan itu dua hal yang berbeda. Kata teman saya, Tuhan selalu memberi kecukupan diatas keterbatasan kita.

Yang kedua, adalah jangan terlalu sering melihat keatas. Tadi sore saya coba untuk berjalan sambil melihat keatas. Bukan hanya kita tidak bisa melihat kemana tujuan kita melangkah, kita juga tidak bisa menikmati apa yang ada disekitar kita.

Yang ketiga, adalah memberi kepada orang terdekat yang kekurangan. Secara logika, jika anda memberi, berarti ada yang berkurang, kan? Tapi kebahagiaan bukan hanya tentang bertambahnya materi. Kebahagiaan juga bisa muncul dengan melihat orang lain bahagia. Kebahagiaan menular.

Yang keempat, untuk menjadi bahagia, adalah dengan becanda. Saya jadi inget salah satu quote yang mengatakan “Jangan terlalu serius dalam hidup di dunia, anda tidak akan keluar hidup-hidup dari dunia.” Bukan berarti kita bisa hidup seenaknya, tapi hal ini menekankan kita untuk bisa lebih santai menghadapi permasalahan dan tantangan hidup yang memang akan selalu ada di dunia.

Empat hal yang bisa membuat hidup lebih bahagia, tidak perlu uang satu Milyar. Seperti kata Jim Carrey tentang kebahagiaan: “Saya berharap setiap orang bisa kaya dan terkenal, dan menjadi apapun yang mereka impikan, sehingga mereka bisa melihat bahwa hal-hal itu bukanlah jawabannya.”

Bantu Orang Lain Agar Anda Terbantu

Terinspirasi oleh posting-an kawan saya, Ririe Al Miskam, tentang ‘Give and Take’: Ketika Memberi Menjadi Prioritas Untuk Menerima, hari ini saya mau berbicara hal yang serupa.

Saya ingin Anda mengingat saat dimana Anda pernah merasa patah semangat, berada di titik yang rendah dari kepercayaan diri Anda, dan seseorang memberi Anda semangat untuk bangkit.
Coba ingat kembali, bagaimana cara orang tersebut membantu Anda lebih bersemangat dan mengangkat rasa percaya diri Anda ke titik normal. Ingat kalimat apa yang orang itu katakan kepada Anda.

“Hanya dalam memberilah yang menjadikan siapa Anda sebenarnya.” -Ian Anderson

Sekarang, coba Lanjut membaca

Ilusi Kesuksesan

Saat browsing foto-foto lama di laptop, saya nemu foto satu tugu di Taman Makam Pahlawan Cikutra, tempat Eyang saya dimakamkan.
Tulisan di tugu itu : “Teruskan perjuangan. Kami telah beri apa yang kami punya.”

Kami telah beri apa yang kami punya.

Itu bener-bener kalimat yang bagus, yang menggambarkan bahwa keberhasilan bisa dicapai kalo kita ‘memberi’.
Jadi inget satu percakapan chatting dengan seorang teman :
“Wah, gimana kabarnya? Udah sukses nih sekarang.” Trus saya tanya : “Apa kriteria sukses?”
Teman saya tertawa (menulis “Hahaha”), kemudian disambung dengan “Ya kerja di luar negeri, perusahaan besar…”

Hmm, kalo menyambungkan antara kalimat di tugu makam pahlawan dengan kesuksesan, saya jadi inget satu quote yang bagus : Lanjut membaca