Usul Yang Baik, Tapi Kami Belum Siap…

Satu hal di kantor yang membuat saya ngga suka (kalo bukan dikatakan benci) adalah sesuatu yang seharusnya bisa dibuat lebih baik, tapi ngga terlaksana karena orang yang mengerjakannya mau ambil gampang dan cepat.
Yang lebih membuat kesal lagi, orang tersebut tahu bahwa yang dikerjakannya itu kurang, malah ngga baik, tapi juga tetep dikerjakan. Aneh.

Tapi setelah beberapa kali melewati hal yang sama, mendengar orang-orang mengatakan “Itu usul yang baik, tapi kami belum siap,” sebagai alasan supaya ngga mau repot, akhirnya saya jadi ‘ngga peduli’ lagi.
Bukan ngga peduli dengan perusahaan, tapi saya ngga ambil ke hati, ngga kesel seperti dulu-dulu. Mereka yang rugi ini. Kalo kebanyakan kesel, malah jadi penyakit buat diri sendiri.

Untuk setiap menit anda merasa kesal/marah, anda kehilangan 60 detik kebahagiaan.

Anehnya, setelah saya menerapkan sikap ‘ngga kesel, mereka yang rugi ini’, orang-orang ini malah Continue reading

Anda Punya Seumur Hidup Untuk Bekerja

Hari ini pertama masuk kantor, setelah 2 minggu ngga kerja karena sakit. Badan rasanya capek, mata pedih, apalagi pas pulang naek kereta yang padet, dan harus berdiri sepanjang hampir 2 jam perjalanan.
Tapi, begitu sampe rumah, pintu dibuka, disambut sama senyum istri dan teriakan gembira anak-anak, badan langsung seger, pikiran seger, dan capek sehari pun ilang, ibarat kemarau setaun yang hilang oleh hujan semalam.

Pas mau mandi, saya liat anak-anak maen berdua di kamar. Ngga kerasa air mata menetes. Tiba-tiba sedih membayangkan bahwa suatu saat mereka bakal hidup sendiri, ngga tinggal bareng dengan saya, dan saya membayangkan diri saya yang udah tua berdiri di depan bekas kamer mereka, dan membayangkan saat mereka kecil.
Baru membayangkannya aja, air mata ini ngga berentinya menetes.

“Anda punya seumur hidup untuk bekerja, tapi anak-anak hanya muda satu kali aja.”

Di kantor, kalo di mushalla, sering para bapak curhat mengenai waktu yang kurang dengan anak-anak. Kerja dari pagi sampe malam, bahkan weekend pun masih bekerja. Setiap pulang ke rumah, yang ada tinggal capek. Dan kalo anak-anak minta waktu sedikit, para bapak malah jadi kesel, marah-marah.

Saya pernah mengalami hal yang sama. Marah dan kesel karena anak-anak minta waktu, padahal Continue reading