Saya seringkali terjebak dengan anggapan bahwa suara lantang itu berarti karisma. Saat memberi tau sesuatu kepada anak-anak, seringkali disampaikan dengan suara yang keras, dan beranggapan bahwa anak-anak akan menurut, plus menunjukkan diri sebagai seorang ayah. Ayah harus keras, ayah harus bersuara lantang. Padahal itu anggapan yang salah. 1000% salah.
Kekerasan hanya melahirkan kekerasan. Anak-anak malah jadi belajar juga untuk bersuara keras (dalam arti negatif).
Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, maka mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang indah untuk hidup.-Dorothy Nolte-
To make a mistake is human. Sering kita baca, atau malah kita tau dan sadar bahwa wajar bagi manusia untuk berbuat salah. Tapi, kenapa seringkali hal itu ngga berlaku untuk orang lain? Kalo melihat orang berbuat salah, kita merasa itu hal yang ngga wajar, apalagi kalo anak-anak berbuat salah. Kita lupa bahwa mereka masih belajar. Kita pun yang dewasa masih belajar. Tugas orang tua nya lah untuk mengingatkan tanpa lelah.
Seringkali sebagai orangtua, kita menganggap anak ngga berbakti, ngga patuh. Padahal, sebagai orangtua seharusnya ikut membantu agar si anak dapat berbakti kepada kita. Bagaimana caranya? Ini caranya agar kita sebagai orangtua (dan juga untuk anda yang calon orang tua), dapat membantu anak berbakti kepada kita Continue reading
