Bayi Laptop


Hari ini, anak kedua saya, my little princess Nasha berusia 5 taun. Begitu takjub untuk melihat bagaimana seorang anak tumbuh, dari bayi yang ngga berdaya, sampai menjadi anak kecil yang ‘cerewet’. Waktu berjalan terlalu cepat.

Seringkali kalo ada satu event penting, pikiran kita suka terbayang kejadian-kejadian jaman dulu yang berhubungan dengan event penting tersebut. Jadi inget bahwa satu waktu, saya dan istri pernah menjuluki little princess kami dengan satu nama : Bayi Laptop.
Begini ceritanya :

Taun 2005-an, saya masih berjuang membangun karir, masih ‘hijau’ di dunia kerja, dan saat itu kerja di perusahaan yang ngga ada tanggungan untuk biaya melahirkan. Saat itu saya udah punya anak satu.
Tiba saat melahirkan, istri saya “ngotot” untuk melahirkan secara normal, tapi bayi ngga keluar juga. Kemudian dokter memberikan cairan induksi, semacam ‘pemaksa’ agar bayi keluar. Sampai tiga dua labu induksi, bayi ngga mau keluar juga. Kabarnya, proses induksi itu bener-bener sakit untuk si Ibu, karena rasa mules yang didapat luar biasa besar, untuk ‘memaksa’ si bayi keluar. Akhirnya, dokter mengatakan bahwa istri harus di cesar.

Di tengah kesakitan akibat induksi, Continue reading

Garis Finish Ada Di Belakang Bukit Itu


Awal 1994. Saya mewakili sekolah dalam event Borobudur 10K, lomba lari 10 kilometer yang garis finish nya di Candi Borobodur – Jawa Tengah. Pesertanya bermacam-macam, dari mulai atlit lokal sampai orang bule.

Sekolah saya itu semi-militer, jadi lari udah makanan sehari-hari. Tapi 1 bulan sebelumnya, latihan intensif diadakan. Rasanya, dengan latihan itu, jarak 10 kilometer ngga ada masalah. Rasanya. Sampai saat saya mencapai kilometer ke-7.

Di kilometer ke-7, rasanya mau mati. Nafas udah ngga karuan, kaki sepertinya udah ngga kerasa, mata berkunang-kunang. Saat itu, saya udah mau berhenti aja, terlintas di pikiran bahwa saya ngga bisa dan ngga punya kemampuan untuk menyelesaikan 3 kilometer selanjutnya. Mau berhenti.

Di tengah pikiran yang Continue reading