
Hari ini, anak kedua saya, my little princess Nasha berusia 5 taun. Begitu takjub untuk melihat bagaimana seorang anak tumbuh, dari bayi yang ngga berdaya, sampai menjadi anak kecil yang ‘cerewet’. Waktu berjalan terlalu cepat.
Seringkali kalo ada satu event penting, pikiran kita suka terbayang kejadian-kejadian jaman dulu yang berhubungan dengan event penting tersebut. Jadi inget bahwa satu waktu, saya dan istri pernah menjuluki little princess kami dengan satu nama : Bayi Laptop.
Begini ceritanya :
Taun 2005-an, saya masih berjuang membangun karir, masih ‘hijau’ di dunia kerja, dan saat itu kerja di perusahaan yang ngga ada tanggungan untuk biaya melahirkan. Saat itu saya udah punya anak satu.
Tiba saat melahirkan, istri saya “ngotot” untuk melahirkan secara normal, tapi bayi ngga keluar juga. Kemudian dokter memberikan cairan induksi, semacam ‘pemaksa’ agar bayi keluar. Sampai tiga dua labu induksi, bayi ngga mau keluar juga. Kabarnya, proses induksi itu bener-bener sakit untuk si Ibu, karena rasa mules yang didapat luar biasa besar, untuk ‘memaksa’ si bayi keluar. Akhirnya, dokter mengatakan bahwa istri harus di cesar.
Di tengah kesakitan akibat induksi, Continue reading
