Tidak Ada Mimpi Yang Salah, Kecuali Anda Bermimpi Menjadi Diktator Tangan Besi

Ditengah kesibukan anda yang segudang, coba mundur sejenak, dan tanyakan hal ini: “Apakah yang saya lakukan sekarang, baik sebagai karyawan atau usaha sendiri, sesuai dengan mimpi saya? Jika anda termasuk orang yang menganut paham “mimpi tak seindah kenyataan”, anda bisa jadi memandang sinis kepada pertanyaan tersebut. Bisa jadi anda bersikap demikian, karena pernah satu kali anda tidak berhasil mencapai mimpi anda – yang biasa disebut kegagalan. Pembunuh mimpi.

Satu hal yang saya pelajari dari ketidakberhasilan mencapai mimpi, adalah jangan terlalu sensitif dan mengambilnya secara personal. Artinya, jangan mulai menyalahkan dan memandang rendah diri sendiri. Bisa jadi waktunya belum tepat. Bisa jadi hal itu tidak baik untuk anda. Bisa jadi itu bukan yang terbaik untuk anda pada saat ini. Yang paling penting adalah, jangan melepaskan pandangan dari sasaran-mimpi anda, dan jangan menyalahkan mimpi anda.

Tidak ada mimpi yang salah, kecuali anda bermimpi menjadi diktator tangan besi. Jangan biarkan diri anda terjebak dalam “mimpi tak seindah kenyataan”. Anda layak untuk bahagia, dan anda lebih baik dari yang anda kira. Jangan lepaskan pandangan dari mimpi anda.

Kejatuhan Yang Benar

Mimpi saya semalam cukup berkesan : bertemu Mario Teguh, dan dengan gaya + suara khasnya, beliau berkata kepada saya : “Kejatuhan yang benar akan memberi kebangkitan yang benar.”

Sampai sekarang saya masih mencoba mengkaitkan nasihat beliau dengan apa yang saya alami. Tapi, kalo mau mengambil pelajaran dari nasihat tersebut, rasanya saya bisa membuat asosiasi bebas.

Bagaimana cara jatuh yang benar itu?
Kalo anda pernah liat orang belajar bela diri, Judo misalnya. Ada latihan untuk jatuh, ada teknik untuk jatuh. Jadi ternyata memang benar ada yang disebut : Kejatuhan yang benar.

Gimana kejatuhan yang benar itu? Kita tau cara untuk jatuh yang tidak mengakibatkan badan kita terluka atau cedera. Dalam hubungannya dengan motivasi diri, kita siap untuk jatuh (bisa berarti gagal), dan jatuh tersebut jangan sampai merusak fisik bahkan semangat + pikiran kita. Tidak tertutup kemungkinan kita akan jatuh, tapi yang lebih penting : kita mengetahui teknik untuk jatuh yang benar.

“Kejatuhan yang benar akan memberi kebangkitan yang benar.”

Bagaimana teknik jatuh yang benar itu? Lanjut membaca

Hidup Itu Seperti Bawang


Saat melihat statistik dari Blog saya, ternyata kata yang paling banyak dicari adalah kata ‘Gagal’.
Kalo saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti ‘Gagal’ itu : “tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya)”.

Banyak faktor yang membuat sesuatu yang kita inginkan ngga bisa tercapai. Kurang perencanaan, kurang tepat waktunya, kurang pengetahuan, kurang biaya, dan kurang-kurang lainnya. Hanya, seperti halnya benda-benda lain dimuka bumi ini, semuanya memiliki keseimbangan. Kalo ada kurang, berarti ada cara untuk menambahnya, untuk membuatnya menjadi ngga kurang.
Nah, gagal dalam arti tidak tercapai maksudnya, seharusnya membuat kita berpikir apa faktor kurang tersebut, sehingga bisa menambah apa yang kurang, dan membuat kemungkinan untuk berhasil lebih besar.

Hidup itu seperti bawang, anda mengupas satu persatu lembarannya, dan kadang-kadang anda harus mengusap air mata. -Carl Sandburg-

Hidup ini penuh kejutan. Kita merasa sesuatu itu kejutan, karena Lanjut membaca

Cincin Pengusir Hantu Kegagalan


Malem tadi sambil mencorat-coret ide untuk membuat game, saya duduk di ruang TV.
Film nya ngga terlalu menarik, karena saya ngga suka film horror. Tapi sambil sesekali mata melihat ke TV, saya bisa menangkap cerita dasarnya : Seorang istri dihantui oleh roh suaminya yang kasar, dan akhirnya hantu tersebut bisa diusir setelah sang istri melemparkan cincin kawin yang dipakainya.

Ketika bangun pagi ini, saya teringat chatting dengan seorang teman, dia ingin memulai bisnis sendiri, tapi dia berkata satu hal yang manusiawi : “Saya takut gagal”.

Pernah ngga anda sadar, bahwa sikap kita berbeda saat kita merasa bahagia atau sedih, saat kita senang atau bete, saat kita percaya diri atau merasa rendah diri.
Tiba-tiba terlintas adegan film kemarin, saat sang istri melempar cincin yang akhirnya mengusir si hantu. Sama seperti tokoh istri di film tersebut, kita seringkali dihantui ‘ketakutan akan kegagalan’, karena kita masih menggunakan ‘cincin’ yang membuat si hantu ngga mau pergi.

Apa ‘cincin’ itu? ‘Cincin’ yang membuat si hantu ‘takut gagal’ tetap menghantui kita, adalah tiga sikap perusak : Lanjut membaca

Satu Nasihat Penting Untuk Tidak Pernah Gagal


Saat iseng browsing di Internet, ada satu pertanyaan di sebuah forum yang bener-bener menarik perhatian saya : “Bagaimana tips/trik nya agar tidak pernah gagal?”

Wah, saya juga mau tau dong, kalo memang ada tips/trik nya. Siapa sih yang ngga mau “tidak pernah gagal”? Begitu saya klik, ternyata belum ada jawaban dan respon dari pertanyaan itu. Pertanda apa ini? Orang ngga tau jawabannya, atau takut gagal kalo mencoba menjawab pertanyaan itu?

Kalo berbicara tentang kegagalan, satu hal yang selalu terbayang di pikiran saya Lanjut membaca

Kalo 2500, Boleh Pake Teh Manis Ngga?


Chatting dengan eks-kolega waktu di Indonesia, jadi inget istilah Manager 2500.
Waktu itu saya join dengan start-up company (hanya 4-5 orang staff), biasa namanya juga start-up, banyak mimpi-mimpi dan janji-janji muluk dari para pendirinya. Join dengan perusahaan start-up ini termasuk keputusan besar, karena saya resign dari pekerjaan yang udah stabil di perusahaan lain.

Ditunjuklah saya (karena ngga ada orang lain lagi kali ya) menjadi seorang Manager.
Hebat ya? Ngga. Jangan bayangin manager di perusahaan Indonesia yang besar, atau bahkan perusahaan multinasional. Ini perusahaan start-up. Lanjut membaca