Garis Finish Ada Di Belakang Bukit Itu


Awal 1994. Saya mewakili sekolah dalam event Borobudur 10K, lomba lari 10 kilometer yang garis finish nya di Candi Borobodur – Jawa Tengah. Pesertanya bermacam-macam, dari mulai atlit lokal sampai orang bule.

Sekolah saya itu semi-militer, jadi lari udah makanan sehari-hari. Tapi 1 bulan sebelumnya, latihan intensif diadakan. Rasanya, dengan latihan itu, jarak 10 kilometer ngga ada masalah. Rasanya. Sampai saat saya mencapai kilometer ke-7.

Di kilometer ke-7, rasanya mau mati. Nafas udah ngga karuan, kaki sepertinya udah ngga kerasa, mata berkunang-kunang. Saat itu, saya udah mau berhenti aja, terlintas di pikiran bahwa saya ngga bisa dan ngga punya kemampuan untuk menyelesaikan 3 kilometer selanjutnya. Mau berhenti.

Di tengah pikiran yang Lanjut membaca

Tersenyumlah Saat Menuju Ke WC


Kalo anda bekerja di kantor dengan jumlah orang sekitar 1000-an, ditambah tekanan kerja yang tinggi, kira-kira seberapa sering Anda tersenyum pada setiap orang? Kalo saya, hampir setiap saat mencoba untuk tersenyum. Alasannya? Karena saya mencoba memberi energi positif buat otak yang udah ‘pusing’ dengan kerjaan kantor. Kalo bertemu 100 orang aja, saya dapat tambahan energi positif 100 kali. Tapi ternyata, bukan energi positif aja yang saya dapat. Ada yang lain.

Suatu hari, saya rapat sampai jam 18.30, padahal untuk pulang, saya biasanya bergantung pada mobil shuttle dari kantor ke stasion kereta api, dan mobil shuttle terakhir berangkat jam 18.30. Lanjut membaca