Kembali Ke Masa Kecil

20120922-210155.jpg
Hari ini, lakukan paling tidak satu hal yang biasa anda lakukan saat anda masih anak-anak: makan es krim sambil duduk di rumput, memanjat pohon, memetik bunga yang ada madunya, bermain layangan, meniup bubbles. Pengalaman apapun yang bisa membangkitkan kenangan menyenangkan saat anda masih kecil. Anda tidak akan percaya bagaimana efek baiknya melakukan satu dari hal diatas terhadap mood anda.

Kebahagiaan 30 Menit

Hampir setiap kali saya hendak berangkat kerja, anak-anak selalu menunjukkan protes dengan caranya masing-masing. Ada yang cemberut, ada yang minta gendong dan ngga mau turun, ada yang membuang muka karena sedih. Mereka punya harapan yang mirip: “Coba Bapak ngga usah kerja…” Beberapa orang mungkin bereaksi “Ya ngga mungkin dong, nanti kita ngga makan, terus biaya sekolah gimana, terus…” Tapi sebenarnya, yang mereka harapkan hanyalah waktu bersama yang berkualitas, meskipun hanya 30 menit setiap harinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, adalah dengan aktifitas yang disebut ‘Knowing Me, Knowing You.’ Idenya sederhana aja: semua anggota keluarga berkumpul, kemudian masing-masing secara bergantian memberi pertanyaan ke anggota keluarga yang lain. Pertanyaan yang diajukan menjadi kunci untuk sesi yang penuh tawa, kehangatan, dan komunikasi yang mengalir dengan spontan.

Berikut beberapa contoh pertanyaan yang menarik:

  • Jika terjadi kebakaran, dan anda harus memilih satu barang, barang apa yang akan anda bawa?
  • Jika anda bisa memelihara satu hewan liar, hewan apakah itu, dan kenapa?
  • Jika anda memiliki 3 harapan yang bisa terkabul, apakah itu? (Anda tidak boleh meminta uang atau tambahan harapan)
  • Menurutmu, apa yang bakal terjadi jika tidak ada listrik di dunia ini?
  • Apa yang membuat Anda bahagia?

Pekerjaan dan kesibukan selalu ada, dan hal berikutnya yang kita tau, anak-anak sudah tumbuh besar dan menjadi dewasa. Warisan berupa harta bisa habis dan hilang ditelan masa, tapi kenangan bahagia, meskipun hanya 30 menit, akan membuat hati mereka tersenyum selamanya.

Jangan Tuangkan Garam Sebelum Anda Mencoba Supnya

Anak-anak selalu punya cara untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Mereka selalu antusias dalam melakukan kegiatan yang sama berkali-kali. Apa yang membedakan anak-anak dan orang dewasa? Salah satu hal yang jelas, mereka selalu bertanya “Kenapa…?”

Dengan bertanya “Kenapa…?”, mereka selalu bisa melihat suatu hal dari sudut pandang yang lain. Ini merupakan salah satu hal penting dalam kreatifitas: melihat hal yang sama-sama dilihat oleh orang lain, tapi dengan sudut pandang yang berbeda. Orang dewasa, dengan berjalannya waktu, berhenti mempertanyakan asumsi karena hal itu identik dengan kebodohan atau perlawanan.

Thomas Alva Edison, penemu bola lampu dan 1.093 paten, mengundang calon pegawainya ke acara makan sup. Dia tidak pernah mengambil orang yang menuangkan garam/merica ke supnya sebelum orang tersebut mencoba sup. Dia tahu pentingnya orang yang selalu mempertanyakan asumsi. Mempertanyakan asumsi membuka pikiran dan kemungkinan. Kapan terakhir kali anda bertanya “Kenapa…?”

Anda Punya Seumur Hidup Untuk Bekerja

Hari ini pertama masuk kantor, setelah 2 minggu ngga kerja karena sakit. Badan rasanya capek, mata pedih, apalagi pas pulang naek kereta yang padet, dan harus berdiri sepanjang hampir 2 jam perjalanan.
Tapi, begitu sampe rumah, pintu dibuka, disambut sama senyum istri dan teriakan gembira anak-anak, badan langsung seger, pikiran seger, dan capek sehari pun ilang, ibarat kemarau setaun yang hilang oleh hujan semalam.

Pas mau mandi, saya liat anak-anak maen berdua di kamar. Ngga kerasa air mata menetes. Tiba-tiba sedih membayangkan bahwa suatu saat mereka bakal hidup sendiri, ngga tinggal bareng dengan saya, dan saya membayangkan diri saya yang udah tua berdiri di depan bekas kamer mereka, dan membayangkan saat mereka kecil.
Baru membayangkannya aja, air mata ini ngga berentinya menetes.

“Anda punya seumur hidup untuk bekerja, tapi anak-anak hanya muda satu kali aja.”

Di kantor, kalo di mushalla, sering para bapak curhat mengenai waktu yang kurang dengan anak-anak. Kerja dari pagi sampe malam, bahkan weekend pun masih bekerja. Setiap pulang ke rumah, yang ada tinggal capek. Dan kalo anak-anak minta waktu sedikit, para bapak malah jadi kesel, marah-marah.

Saya pernah mengalami hal yang sama. Marah dan kesel karena anak-anak minta waktu, padahal Lanjut membaca

Jangan Samakan Suara Lantang Dengan Karisma

Saya seringkali terjebak dengan anggapan bahwa suara lantang itu berarti karisma. Saat memberi tau sesuatu kepada anak-anak, seringkali disampaikan dengan suara yang keras, dan beranggapan bahwa anak-anak akan menurut, plus menunjukkan diri sebagai seorang ayah. Ayah harus keras, ayah harus bersuara lantang. Padahal itu anggapan yang salah. 1000% salah.
Kekerasan hanya melahirkan kekerasan. Anak-anak malah jadi belajar juga untuk bersuara keras (dalam arti negatif).

Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, maka mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang indah untuk hidup.-Dorothy Nolte-

To make a mistake is human. Sering kita baca, atau malah kita tau dan sadar bahwa wajar bagi manusia untuk berbuat salah. Tapi, kenapa seringkali hal itu ngga berlaku untuk orang lain? Kalo melihat orang berbuat salah, kita merasa itu hal yang ngga wajar, apalagi kalo anak-anak berbuat salah. Kita lupa bahwa mereka masih belajar. Kita pun yang dewasa masih belajar. Tugas orang tua nya lah untuk mengingatkan tanpa lelah.

Seringkali sebagai orangtua, kita menganggap anak ngga berbakti, ngga patuh. Padahal, sebagai orangtua seharusnya ikut membantu agar si anak dapat berbakti kepada kita. Bagaimana caranya? Ini caranya agar kita sebagai orangtua (dan juga untuk anda yang calon orang tua), dapat membantu anak berbakti kepada kita Lanjut membaca

Salah Satu Salesman Terbaik Ada Di Bawah Hidung Anda

Apakah anda seorang karyawan, pebisnis, atau di kehidupan sehari-hari sekalipun, kemampuan menjual itu penting.

Sebagai karyawan, anda menjual ide atau usulan, dan pembelinya adalah rekan kerja atau bos anda.

Jika anda seorang bapak, anda juga ‘menjual’ pikiran anda, dan anak anda ‘membeli’ nya. Misalnya anda ingin mendidik anak anda untuk membiasakan diri teratur, meletakkan barang pada tempatnya. Anda harus berusaha ‘menjual’ ide/pikiran bahwa teratur itu baik untuk diri mereka sendiri, dan jika anak anda ‘membeli’ pikiran tersebut, mereka akan melaksanakan hal tersebut, meletakkan barang pada tempatnya.

Untuk pebisnis, menjual lebih jelas lagi. Anda menjual barang atau jasa kepada pelanggan.

“Setiap orang hidup dengan menjual sesuatu.” -Robert Louis Stevenson-

Bagaimana anda bisa belajar menjadi penjual/salesman yang baik? Cara paling efektif, adalah belajar langsung dari salesman terbaik. Dimana anda bisa menemukan salesman terbaik?

Ini pengalaman saya Lanjut membaca

Masih Ada Tempat Di Neverland


Di tengah kesibukan kerja yang benar-benar menyita waktu, salah satu hiburan saya adalah nonton Cable TV bersama istri tercinta. Malam itu ada film Peter Pan di HBO. Apa Anda pernah nonton film atau baca buku ‘Peter Pan’? Bukan band Peterpan ya.
Peter Pan itu cerita keluaran Disney, tentang petualangan sekumpulan anak-anak melawan segerombolan perompak (Kapten Hook dan anak buahnya) di negeri Neverland (dan ini bukan Neverland milik Michael Jackson).

Salah satu hal yang menarik adalah Peter Pan dan anak-anak lainnya, mereka tidak tumbuh tua, mereka Lanjut membaca