Yang Penting Adalah Anda Merasa Percaya Diri

Reaksi dan sikap Anda bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini. Reaksi Anda saat merasa bahagia pasti berbeda dibanding saat Anda merasa sedih. Reaksi dan sikap Anda saat merasa percaya diri pasti berbeda dengan saat Anda merasa tidak pecaya diri.
Jika Anda merasa percaya diri, reaksi dan sikap Anda akan mencerminkan kepercayaan diri. Kuncinya adalah: Anda harus merasa percaya diri, reaksi dan sikap akan mengikuti.

Beberapa orang menggantungkan kunci percaya dirinya kepada hal-hal eksternal: jabatan tinggi, gaji lumayan, baju bagus, perhiasan, mobil, atau gadget terkini. Yang selalu jadi masalah dengan menggantungkan kunci percaya diri Anda kepada hal-hal eksternal adalah Anda Continue reading

Bantu Orang Lain Agar Anda Terbantu

Terinspirasi oleh posting-an kawan saya, Ririe Al Miskam, tentang ‘Give and Take’: Ketika Memberi Menjadi Prioritas Untuk Menerima, hari ini saya mau berbicara hal yang serupa.

Saya ingin Anda mengingat saat dimana Anda pernah merasa patah semangat, berada di titik yang rendah dari kepercayaan diri Anda, dan seseorang memberi Anda semangat untuk bangkit.
Coba ingat kembali, bagaimana cara orang tersebut membantu Anda lebih bersemangat dan mengangkat rasa percaya diri Anda ke titik normal. Ingat kalimat apa yang orang itu katakan kepada Anda.

“Hanya dalam memberilah yang menjadikan siapa Anda sebenarnya.” -Ian Anderson

Sekarang, coba Continue reading

Menjadi Besar Dengan 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia

Kira-kira minggu lalu, kawan saya Dedy Lamsari mengupdate status Facebooknya tentang buku 9 ciri negatif manusia Indonesia.
Hal ini menarik, karena meskipun saya sendiri adalah manusia Indonesia, bisa jadi saya kesulitan bila ditanya “Apa ciri manusia Indonesia?”

Menurut buku yang ditulis oleh seorang Arkeolog UI-Dr.Ali Akbar, 9 ciri negatif manusia Indonesia adalah: Malas, Tidak Disiplin, Korup, Emosional, Individualis, Suka Meniru, Rendah diri, Boros, dan Percaya takhayul.

Bagaimana reaksi Anda membaca hasil penelitian Dr.Ali Akbar itu?
Beberapa merasa tersinggung dan bertahan – suatu reaksi normal jika seseorang ‘diserang’, atau Anda meng-iya-kan hasil tersebut dan berpikir ‘Bagaimana Indonesia bisa maju kalo gitu ya?’

Saya lebih tertarik membahas reaksi yang terakhir: ‘Bagaimana Indonesia bisa maju kalo gitu ya?’
Menurut saya, meng-iya-kan hasil tersebut adalah langkah pertama yang sempurna menuju kemajuan. Kenapa?
Karena jika Anda ingin memperbaiki diri, langkah pertama yang bisa dan harus Anda lakukan adalah mengakui bahwa Anda memang memiliki kekurangan.
Sekarang, sebagai manusia Indonesia, kita mengetahui kekurangan kita, atau kecenderungan negatif yang bisa muncul. Pertanyaannya sekarang adalah: ‘Bagaimana agar hal negatif itu bisa diubah menjadi sesuatu yang positif?’

“Kekuatan kita tumbuh dari kelemahan-kelemahan kita.” -Ralph Waldo Emerson

Coba kita liat satu-persatu ciri negatif manusia Indonesia tersebut, dan kemungkinan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif.

Malas
Jika bicara malas, saya jadi ingat cerita tentang penemuan mesin pemotong roti. Sebelum Otto Frederick Rohwedder menemukan mesin pemotong roti, roti-roti itu dijual dalam potongan besar, dan orang harus memotong rotinya sendiri.
Otto Frederick Rohwedder ini merasa malas untuk memotong roti, dan dia berpikir bagaimana agar dia tidak perlu repot-repot memotong roti. Akhirnya dia menemukan mesin pemotong roti yang revolusioner.
Jadi rasa malas bisa diarahkan untuk menemukan suatu metode yang lebih efektif dan efisien.

Tidak disiplin
Bicara tentang ketidak-disiplinan, banyak orang-orang yang membuat sejarah, adalah Continue reading

Jangan Kehilangan Keyakinan

Dalam hidup, akan selalu ada orang yang merendahkan Anda dengan menganggap usaha Anda tidak ada artinya.
Jangan kehilangan keyakinan dan bersedih. Anda harus meletakkan kebahagiaan Anda pada diri Anda sendiri.

Anda harus meletakkan kebahagiaan Anda pada diri Anda sendiri.

Anda harus percaya bahwa jika Anda telah melakukan yang terbaik, akan ada orang-orang lain yang menghargai usaha Anda, dan sekalipun, sekalipun orang-orang itu tidak ada, Tuhan pasti menghargai usaha Anda tersebut.

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Cara Terbaik Untuk Berbicara Dengan Orang Stress

Ada yang bertanya “Bagaimana berbicara dengan orang stress?”
Saat saya tanya apa tujuannya, kawan itu menjawab “Untuk membantunya menghilangkan stress.”

Kebetulan saya sedang membaca bukunya John Gray yang berjudul “Men Are From Mars, Women are From Venus.”
Buku itu membicarakan tentang bagaimana memperbaiki komunikasi, dan menjabarkan tentang perbedaan cara komunikasi antara pria dan wanita.
Bicara tentang stress, atau cara menangani stress, masing-masing pria dan wanita memiliki cara yang berbeda.
Pria cenderung lebih suka ‘pergi ke gua’, menyendiri, sampai dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sedangkan wanita lebih suka curhat kepada orang lain. Continue reading

Bukan Latihan Yang Menjadikan Anda Sempurna

Akhirnya malem ini saya bisa tidur nyenyak.
Saya sedang terlibat dalam salah satu proyek membuat aplikasi iPhone, dan disain saya baru aja disetujui oleh sang CEO dan direktur proyeknya, setelah melalui proses yang melelahkan.
Waktu pengerjaannya termasuk singkat, dengan deadline yang (mungkin sengaja dibuat) ngga masuk akal.

Sebelumnya pengerjaan disain dilakukan oleh satu perusahaan di Australia, tapi sang CEO dan direktur proyek ngga puas dengan hasilnya.
Akhirnya disain pun dilakukan dari nol, dengan deadline yang ngga berubah karena akan ada presentasi penting dengan para investor yang ngga bisa diundur.

Pengerjaan disain pun dilakukan sampai jam 1-2 pagi, dan beberapa kali mengambil jatah waktu bersama keluarga saat weekend.

Letihnya badan dan pikiran terbayar dengan komentar terakhir CEO: “Fantastic work, great job!”

Bagaimana bisa disain itu menjadi ‘Fantastic’? Continue reading

Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung

“Tenang aja, percaya deh sama saya.”
Kalimat itu saya denger paling ngga dua kali dalam satu tahun ini, dan dua-duanya membawa pengalaman yang kurang menyenangkan.

Yang pertama, saat saya akan menyewa flat di Singapore. Lingkungan rumahnya nyaman, ukurannya cocok, pokoknya semua pas. Hanya ada satu kurangnya: ada sedikit bocor di ruang dapur.
Saat wajah saya dan istri terlihat agak ragu, agen rumah dan menantu pemilik rumahnya mengatakan “Tenang aja, bocor seperti ini paling dua bulan beres, percaya deh sama saya.”
Sekarang, hampir satu tahun saya menyewa flat itu, kebocorannya belum juga diperbaiki.

Yang kedua, saat saya akan pindah kerja. Negosiasi gaji berjalan kurang mulus, karena gaji yang ditawarkan kurang dari yang saya minta. Tapi headhunternya mengatakan “Tenang aja, dalam 3 bulan, begitu lulus percobaan, gajinya bakal sesuai dengan yang diminta, sekarang terima aja dulu penawarannya, percaya deh sama saya.”
Setelah lulus percobaan tiga bulan, gaji saya ngga mengalami kenaikan sedikitpun.

Alami hal itu beberapa kali, dan pandangan Anda terhadap indahnya hidup bisa jadi akan berkurang.

Jangan percaya kepada orang yang mengatakan bahwa dia jujur, dan jangan pernah percaya kepada keramahan yang berlebihan. -Peribahasa Cina

Apa kesalahan saya? Percaya kepada orang lain? Continue reading

Nomor Antrian Untuk Berbuat Baik

Kemarin saya baca artikel yang bikin saya menghela nafas beberapa kali: Para Turis dari Seluruh Dunia Kecam Pemerasan di Besakih.
Ada satu komen yang menarik dari pembaca: “Kok gini bgt ya mental bangsa kita, gak dari pejabat sampe rakyat (sigh)

Gak pejabat sampe rakyat. Berarti itu (hampir) semua orang, bukan?
Apa jawaban Anda kalau ditanya kenapa bisa mental bangsa kita seperti itu, dari mulai pejabat sampe rakyat?

Saya mau cerita hal lain dulu, hal yang bisa jadi lebih sederhana dan lebih keliatan: masalah membuang sampah.

Cerita pertama. Pernah saya naik mobil kerabat, dan ada salah satu keponakan yang membuang bekas makanan/minuman ke karpet mobil yang terbuat dari karet. Reaksi yang empunya mobil adalah mengambil bekas makanan/minuman tersebut, kemudian membuangnya ke luar jendela.
Cerita kedua. Saat menegur salah satu teman karena membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, reaksinya adalah menjawab bahwa pemerintah harusnya menyediakan tempat sampah dimana-mana sehingga rakyat bisa membuang sampah pada tempatnya.

Apa yang bisa disimpulkan dari dua cerita diatas? Continue reading

Mulai Berpikir Kecil Dari Sekarang

“Berpikir besar, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang!”

Kata-kata itu jadi salah satu favorit saya saat baru memulai karir.
Malah saya dulu sering membagi kata-kata itu dengan orang lain saat berbicara tentang karir atau bisnis.

Setelah bertahun-tahun semenjak saya memulai karir, sekarang saya ingin mengatakan dengan yakin: “Jangan berpikir besar!

Ada apa dengan berpikir besar? Continue reading

Percaya Diri Itu Gampang

Banyak orang percaya bahwa memiliki kepercayaan diri adalah salah satu kunci sukses dalam bidang apapun.
Banyak artikel dan buku mengenai membangun kepercayaan diri, tapi masih banyak orang yang kesulitan membangun kepercayaan diri.

Pernah di suatu rapat, saya perhatikan ada satu orang yang terlihat sangat percaya diri. Dari cara bicara dan interaksinya, terlihat sekali betapa dia sangat percaya diri.
Saat itu saya bertanya-tanya: “Gimana caranya bisa seperti itu?” Continue reading