Seandainya Jadi Perang

Tinggal dan mencari rejeki di negara yang sering dimaki-maki oleh sesama sodara setanah air, membuat kebanyakan orang berpendapat bahwa apa yang saya katakan itu subjektif, bahkan sampai mempertanyakan jiwa nasionalisme saya.

“Mana nih nasionalismenya, udah luntur kayanya..”
“Ya jelas aja lo tinggal dan cari duit disana, jadi ga objektif.”
“Ya susah bicara sama antek ma****sia.”

Dan bermacam-macam komen negatif lainnya.
Menarik untuk mengomentari pendapat orang-orang yang mengatakan ‘Ganyang’ dan ‘Perang’.
Coba anda iseng buka google, dan masukan kata kunci ‘cost of war in iraq afghanistan’. Di salah satu artikel USA today, ditulis bahwa biaya perang irak & afghanistan itu akan mencapai 2.4 Trilyun Dollar Amerika. Ngga tau deh berapa kalo diubah ke rupiah, saya aja bingung ngebayangin berapa banyak ’0′ nya.

“War does not determine who is right – only who is left.”
- Bertrand Russell -

Yang saya mau garis bawahi adalah : perang itu pasti memakan biaya besar.
Kalo mau hemat, apa nanti tentara kita mau diberi Continue reading

Jangan Teriak Merdeka

Hal yang udah jadi kebiasaan, kalo setiap tanggal 17 Agustus, kata ‘Merdeka!’ bakal jadi kata yang paling sering diucapkan.
Saya pikir, kenapa kita masih meneriakkan ‘Merdeka!’, padahal kita udah merdeka 65 taun yang lalu?

Saya jadi inget satu tugu yang ada di Taman Makam Pahlawan Cikutra – Bandung, tempat kakek saya dimakamkan.
Di satu tugu, ada tulisan yang sampai sekarang ngga bisa saya lupakan :
“Teruskan perjuangan, kami telah beri apa yang kami punya.”

Para pahlawan yang lebih mementingkan Indonesia diatas segalanya : nyawa mereka, keluarga mereka, harta mereka; meminta agar kita meneruskan perjuangan, bukannya terjebak pada kejayaan masa lalu, bukan hanya sekedar memperingati 17 Agustus dengan lomba balap karung dan makan krupuk, atau acara band semalam suntuk, bukan hanya sekedar upacara dan hening sejenak.

Setelah tinggal bertaun-taun di luar Indonesia, mimpi agar Indonesia bisa lebih baik itu makin besar. Rasanya miris tiap kali melihat Continue reading

Lakukan Jika Anda Bisa Membeli Hati Di Supermarket

Anak saya pernah bertanya : “Kenapa ALLAH ngga menjadikan semua manusia baik? Kenapa harus ada yang jahat?”
Jawabannya bisa bermacam-macam. Salah satu jawaban yang paling sering dilontarkan orang untuk menjawab pertanyaan diatas adalah : Untuk menguji manusia. Karena dari ujian, baru bisa didapat nilai, yang menentukan raport kehidupan masing-masing manusia.

Apa berarti ada orang yang ditakdirkan menjadi orang yang jahat, yang selalu berlaku buruk pada orang lain, dan tidak menghormati orang lain? Ngga.
Hal ini lebih kepada pilihan, karena itulah salah satu kelebihan manusia : bisa memilih untuk bersikap.
Sama dengan orang yang memilih untuk bersikap jahat, atau membuat kita kesal, atau merendahkan kita, atau memperlakukan kita dengan buruk; sebagai orang yang diperlakukan buruk, kita bisa memilih untuk bersikap : membalas dengan kebencian, atau Continue reading

Ibu Itu Ibarat Matahari

Ibu itu ibarat matahari.

Bumi akan dingin dan gelap tanpanya. Dalam gelap, jalan menuju jurang pun tidak terlihat, dan akhirnya membuat celaka.
Matahari menjadi pusat tatasurya, membantu agar bumi memiliki keseimbangan gravitasi. Suatu hal yang membuat kita tetap menapak dibumi, dan tidak melayang tanpa arah dan tujuan.

Cahaya hangatnya menyinari segala makhluk, tanpa mengharap balas, dan dengannya berbagai tanaman bisa tumbuh untuk memberi kehidupan di bumi.
Dari tanaman itu, ada yang tumbuh menjadi bunga-bunga yang indah, tapi juga ada tanaman liar yang ikut tumbuh. Tapi, pantaskah kita menyalahkan matahari karena memberikan sinarnya sehingga tanaman liar itu tumbuh?

Cahaya matahari pagi yang memberi kelembutan, mirip dengan sikap seorang ibu yang mengiringi hidup anaknya dengan doa dan kelembutan. Dan jika sinarnya terasa terik di tengah hari, dia hanya mengingatkan kita bahwa sekalipun hal buruk terjadi, kita harus bersyukur bahwa Tuhan telah menciptakan pepohonan yang rindang dimana kita bisa berteduh.

Saat matahari akan terbenam di satu sisi bumi, dia akan tetap menyinari sisi bumi lainnya, tanpa lelah. Dan sekalipun hari telah malam, jangan lupa bahwa cahaya bulan itu berasal dari pantulan sinar matahari, seolah-olah menunjukkan bahwa dimanapun kita berada, dia selalu ada untuk kita dengan doa dan harapannya, walaupun dia tidak terlihat.

Sayangnya, sebagai makhluk di bumi, kita seringkali lupa kepada matahari ini, seakan-akan kita bisa hidup tanpanya.
Memang dia tidak mengharap imbalan atas kehangatan dan sinarnya, tapi sesekali, malah seringkali, sebaiknya anda menatap ke langit, dan berkata dengan hati yang tulus dan ikhlas penuh rasa sayang : “Terima kasih atas kehangatan dan sinar yang telah diberikan, sehingga saya bisa hidup.”

Kuala Lumpur, Agustus 2010.
Untuk the bestest mommies in the world : Ibu saya, Ibu Mertua saya, dan khususnya Istri saya yang hari ini usianya bertambah satu.

Borrys Hasian

Saat Terbaik Untuk Menutup Mulut, Maka Ini Salah Satunya…

“Memang nasib menjadi anak, kita ngga bisa memilih orangtua kita…,” kata-kata itu keluar dari mulut seorang teman, saat dia bercerita tentang hubungannya dengan ibunya, yang dia anggap ngga berjalan dengan baik. Komunikasi ngga berjalan dengan baik, setiap bertemu pasti ada adu mulutnya, dan 1001 macam kejadian lain, yang membuat keadaan runyam.

Salahkan pernyataan teman saya, bahwa nasib anak ngga bisa memilih orangtua, memilih oleh siapa kita dilahirkan? Ngga, dia ngga salah.
Benar bahwa kita sebagai anak, ngga bisa memilih orangtua kita. Tapi jika anda berpikiran sama dengan teman saya tersebut, saya mau mengingatkan anda satu hal : Tuhan lah yang memilih orangtua tersebut untuk anda. Dan Dia pasti memiliki alasan yang kuat untuk memilih manusia tersebut untuk menjadi orangtua anda.

“Jika anda menutup mulut anda, ngga bakal ada lalat yang masuk.”
- Peribahasa Spanyol -

Saya ngga bicara panjang lebar ke teman saya itu. Saya ngga menasehati dari A sampai Z, tentang bagaimana seharusnya bersikap kepada orangtua, dan menjadikan saya seolah-olah manusia suci yang ngga pernah berbuat salah kepada orangtua.
Tapi, jika saya hanya punya waktu 10 detik sebelum saya mati, dan seseorang meminta saran tentang bagaimana bersikap ke orangtua, saya akan berkata Continue reading

Hati-Hati Dengan Pengemis Yang Menawari Anda Uang

Salah satu yang membuat hal menjadi dewasa itu ngga menyenangkan, adalah anda disadarkan bahwa ngga semua orang itu baik. Ada, kalo bukan dikatakan banyak, orang-orang yang akan selalu mengambil keuntungan dari anda.
Saya pernah punya pengalaman dengan orang yang seperti ini.

Satu waktu, teman kantor saya bilang bahwa ada seseorang yang sedang mencari ide untuk membuka perusahaan yang bergerak dibidang Content Provider layanan selular. Teman saya menyarankan agar saya bertemu dengan orang tersebut, siapa tau bisa bekerjasama dan tumbuh besar.
Tawaran ini terlihat menarik dan pas sekali dengan situasi saat itu, karena sebelumnya saya udah punya banyak ide tentang membuka bisnis sendiri, dan jenis produk apa yang bisa dibuat. Semua ide tersebuat saya tuangkan dalam beberapa halaman presentasi.

Setelah saya bertemu dengan orang tersebut, dia meminta file presentasi yang udah saya buat. Tanpa perasaan curiga, saya beri file tersebut, malah saya tambah beberapa ide lagi di presentasi itu.
Orang itu berjanji, bahwa kalo sampai ide saya dipakai, saya akan direkrut sebagai konsultan, malah bisa mendapat sebagian saham perusahaan.

Selesai rapat, saya keluar dengan senyum gembira, merasa bahwa ide-ide saya bisa mendapat tempat di dunia ini, untuk di implementasikan di dunia nyata, malah saya akan mendapat keuntungan dari ide-ide tersebut.

Hati-hati dengan pengemis yang menawari anda uang. -Borrys Hasian-

Saya bermimpi, dan bermimpi…sampai suatu hari, Continue reading

Segeralah pulang, Love Them With All Your Heart.

Saya pernah menulis artikel yang berjudul Anda Punya Seumur Hidup Untuk Bekerja, tentang meluangkan waktu dengan anak-anak dan pasangan. Hari ini, saya baca status Mario Teguh di Facebook, dan dia menulis hal yang sejalan dengan artikel saya, tapi dengan kata-kata yang singkat, penuh makna, dan menyentuh.
Sangat sayang kalo saya ngga membaginya dengan anda, siapa tau anda belum membaca kata-kata ini :

“Sahabat saya yang hatinya lembut,

Menjelang nafas-nafas terakhir hidup kita, kita TIDAK AKAN MENYESALI kurangnya uang, rendahnya pangkat, atau kurangnya popularitas dan penghargaan. Tetapi kita PASTI menyesali Continue reading

Kekuatan Pikiran Bisa Mengatasi Keterbatasan Fisik…Sampai Anda Harus Masuk Rumah Sakit

Beberapa waktu lalu, saya baca status temen di Facebook, yang bilang : “Walaupun udah cape, tapi kekuatan pikiran bikin cape ilang, akhirnya bisa lembur. Semangat!!!”
Semua dari otak, dari pikiran. Kalo kita cape padahal masih mau bekerja, beberapa orang berkata : “Katakan ke diri anda : ‘Saya kuat, saya ngga lemah.”, nanti kekuatan pikiran anda akan mengalahkan keterbatasan/kelemahan fisik.

Bener untuk beberapa hal, tapi juga salah untuk beberapa hal. Komen saya ke temen itu, hanya : “Inget hak badan, jangan memaksa. Inget istirahat.”

Saya punya pengalaman pribadi yang berkesan tentang hal itu. Continue reading

11 Pemain Dan Hanya 1 Gawang

Saya dapet pertanyaan dari seorang teman : “Bagaimana menyatukan pemikiran, pandangan, pendapat, dan prinsip setiap orang?”
Kalo bicara tentang perbedaan pikiran setiap orang, kakek saya pernah berkata : “Jika ada 10 orang berkumpul, maka akan ada 10 macam kebenaran.”
Hampir ngga mungkin menyatukan pemikiran, pendapat, dan prinsip setiap orang.

Jika ada 10 orang berkumpul, maka akan ada 10 macam kebenaran.

Apa berarti kita ngga bisa menyatukan orang? Kenyataan berkata sebaliknya. Orang-orang yang berbeda itu bisa disatukan. Gimana caranya? Continue reading

Ilusi Kesuksesan

Saat browsing foto-foto lama di laptop, saya nemu foto satu tugu di Taman Makam Pahlawan Cikutra, tempat Eyang saya dimakamkan.
Tulisan di tugu itu : “Teruskan perjuangan. Kami telah beri apa yang kami punya.”

Kami telah beri apa yang kami punya.

Itu bener-bener kalimat yang bagus, yang menggambarkan bahwa keberhasilan bisa dicapai kalo kita ‘memberi’.
Jadi inget satu percakapan chatting dengan seorang teman :
“Wah, gimana kabarnya? Udah sukses nih sekarang.” Trus saya tanya : “Apa kriteria sukses?”
Teman saya tertawa (menulis “Hahaha”), kemudian disambung dengan “Ya kerja di luar negeri, perusahaan besar…”

Hmm, kalo menyambungkan antara kalimat di tugu makam pahlawan dengan kesuksesan, saya jadi inget satu quote yang bagus : Continue reading