Cara Terbaik Untuk Berbicara Dengan Orang Stress

Ada yang bertanya “Bagaimana berbicara dengan orang stress?”
Saat saya tanya apa tujuannya, kawan itu menjawab “Untuk membantunya menghilangkan stress.”

Kebetulan saya sedang membaca bukunya John Gray yang berjudul “Men Are From Mars, Women are From Venus.”
Buku itu membicarakan tentang bagaimana memperbaiki komunikasi, dan menjabarkan tentang perbedaan cara komunikasi antara pria dan wanita.
Bicara tentang stress, atau cara menangani stress, masing-masing pria dan wanita memiliki cara yang berbeda.
Pria cenderung lebih suka ‘pergi ke gua’, menyendiri, sampai dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sedangkan wanita lebih suka curhat kepada orang lain. Lanjut membaca

Bukan Latihan Yang Menjadikan Anda Sempurna

Akhirnya malem ini saya bisa tidur nyenyak.
Saya sedang terlibat dalam salah satu proyek membuat aplikasi iPhone, dan disain saya baru aja disetujui oleh sang CEO dan direktur proyeknya, setelah melalui proses yang melelahkan.
Waktu pengerjaannya termasuk singkat, dengan deadline yang (mungkin sengaja dibuat) ngga masuk akal.

Sebelumnya pengerjaan disain dilakukan oleh satu perusahaan di Australia, tapi sang CEO dan direktur proyek ngga puas dengan hasilnya.
Akhirnya disain pun dilakukan dari nol, dengan deadline yang ngga berubah karena akan ada presentasi penting dengan para investor yang ngga bisa diundur.

Pengerjaan disain pun dilakukan sampai jam 1-2 pagi, dan beberapa kali mengambil jatah waktu bersama keluarga saat weekend.

Letihnya badan dan pikiran terbayar dengan komentar terakhir CEO: “Fantastic work, great job!”

Bagaimana bisa disain itu menjadi ‘Fantastic’? Lanjut membaca

Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung

“Tenang aja, percaya deh sama saya.”
Kalimat itu saya denger paling ngga dua kali dalam satu tahun ini, dan dua-duanya membawa pengalaman yang kurang menyenangkan.

Yang pertama, saat saya akan menyewa flat di Singapore. Lingkungan rumahnya nyaman, ukurannya cocok, pokoknya semua pas. Hanya ada satu kurangnya: ada sedikit bocor di ruang dapur.
Saat wajah saya dan istri terlihat agak ragu, agen rumah dan menantu pemilik rumahnya mengatakan “Tenang aja, bocor seperti ini paling dua bulan beres, percaya deh sama saya.”
Sekarang, hampir satu tahun saya menyewa flat itu, kebocorannya belum juga diperbaiki.

Yang kedua, saat saya akan pindah kerja. Negosiasi gaji berjalan kurang mulus, karena gaji yang ditawarkan kurang dari yang saya minta. Tapi headhunternya mengatakan “Tenang aja, dalam 3 bulan, begitu lulus percobaan, gajinya bakal sesuai dengan yang diminta, sekarang terima aja dulu penawarannya, percaya deh sama saya.”
Setelah lulus percobaan tiga bulan, gaji saya ngga mengalami kenaikan sedikitpun.

Alami hal itu beberapa kali, dan pandangan Anda terhadap indahnya hidup bisa jadi akan berkurang.

Jangan percaya kepada orang yang mengatakan bahwa dia jujur, dan jangan pernah percaya kepada keramahan yang berlebihan. -Peribahasa Cina

Apa kesalahan saya? Percaya kepada orang lain? Lanjut membaca

Nomor Antrian Untuk Berbuat Baik

Kemarin saya baca artikel yang bikin saya menghela nafas beberapa kali: Para Turis dari Seluruh Dunia Kecam Pemerasan di Besakih.
Ada satu komen yang menarik dari pembaca: “Kok gini bgt ya mental bangsa kita, gak dari pejabat sampe rakyat (sigh)

Gak pejabat sampe rakyat. Berarti itu (hampir) semua orang, bukan?
Apa jawaban Anda kalau ditanya kenapa bisa mental bangsa kita seperti itu, dari mulai pejabat sampe rakyat?

Saya mau cerita hal lain dulu, hal yang bisa jadi lebih sederhana dan lebih keliatan: masalah membuang sampah.

Cerita pertama. Pernah saya naik mobil kerabat, dan ada salah satu keponakan yang membuang bekas makanan/minuman ke karpet mobil yang terbuat dari karet. Reaksi yang empunya mobil adalah mengambil bekas makanan/minuman tersebut, kemudian membuangnya ke luar jendela.
Cerita kedua. Saat menegur salah satu teman karena membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, reaksinya adalah menjawab bahwa pemerintah harusnya menyediakan tempat sampah dimana-mana sehingga rakyat bisa membuang sampah pada tempatnya.

Apa yang bisa disimpulkan dari dua cerita diatas? Lanjut membaca