Suatu hari, istri saya memesan baju ke satu penjahit, karena kalo memang bagus, memesan baju ke penjahit bisa jauh lebih murah dari beli di toko-toko di Kuala Lumpur. Kualitas (bisa jadi) lebih bagus, harga lebih murah, dan kita bisa bebas menentukan model yang kita mau.
“Ibu penjahit, ini kancingnya kok ngga sesuai dengan yang saya pesan?” kata istri saya saat baju itu diantar. “Kancing yang Ibu pilih itu jelek, jadi saya ganti kancingnya,” jawab si Ibu penjahit.
“Ibu penjahit, kok warna pitanya merah ya? Saya kan minta coklat,” kata istri saya lagi. Lagi si Ibu penjahit menjawab “Warna coklat jelek, bagusan juga merah.”
Saya cuma tertawa kecil aja mendengar cerita istri saya, karena jadi teringat pengalaman serupa di kantor.
Salah satu tugas saya adalah memastikan produk perusahaan itu gampang digunakan oleh pelanggan, dan sesuai dengan karakter pelanggan. Suatu hari, ada proyek yang menyasar pangsa anak muda. Kami sedang dalam proses memilih logo dan warna tema, dan setelah mengadakan riset dengan beberapa anak muda, mereka memilih logo dan warna tema A. Tapi direktur marketing (yang sudah tua) mengatakan bahwa dia lebih suka logo B. Akhirnya dipakailah logo B.
Dan akhirnya bisa ditebak, logo dan warna tema tersebut ngga menarik buat anak muda, dan membuat anak muda berpikir bahwa produk tersebut bukan buat mereka. Efeknya? Penjualan awal sepi.
“Hanya ada satu Bos : yaitu pelanggan. Dan dia bisa memecat siapapun di perusahaan, dari mulai direktur sampai ke bawah. Dan yang pelanggan lakukan cukup membelanjakan uangnya ditempat lain.” -Sam Walton-
Kalo Anda menjual atau menyediakan sesuatu, baik produk atau layanan, siapa sih yang akan menggunakan produk/layanan Anda? Pelanggan bukan? Mereka adalah orang diluar sana. Bukan Anda sendiri. Bukan orang-orang di dalam perusahaan Anda.
Jadi, ini tentang mereka, ini adalah yang bagus menurut mereka, bukan menurut Anda. Kecuali kita hidup di jaman dimana kita masih menggunakan kuda, dan Anda menjual cambuk kulit spesial yang bisa membuat kuda berlari dua kali lebih kencang. Jika Anda hidup di jaman sekarang, buat apa yang bagus menurut pelanggan, bukan menurut Anda.
Bagaimana menurut Anda?
Salam Insan Super!!!
Borrys Hasian
ringan, tapi nyentil. boleh juga bung bor…
Jadi tersanjung ada penulis senior mampir. Thx ton buat ‘boleh juga’ nya. Sering-sering mampir ya…