
“Wah, saya masih jauh dari sukses, kalo lihat yang lainnya, saya sih jauh tertinggal..”. Omongan salah satu teman saya itu membuat saya bertanya-tanya dalam hati : “Ini ikut menyindir saya, atau saya merasa ge-er dikategorikan sukses oleh teman saya tersebut?”
Saya ngga tau apa patokan teman saya tersebut dalam mengkategorikan sukses, tapi saya jawab :
“Yang paling penting, bukan sukses kita dibanding sukses orang lain, tapi yang lebih penting adalah sukses kita dibanding sukses kita sendiri. Kalo hari ini kita lebih baik dari kemarin, kita bisa dibilang sukses”
“Bener juga..”, kata teman saya.
Bener juga? Bener 1000%. Titik.
Apa berarti sukses orang lain ngga penting? Itu penting, malah bisa jadi memotivasi kita untuk mencapai satu batas tertentu. Hanya, mengatakan diri kita sukses atau ngga, dengan cara membandingkannya dengan orang lain, itu yang ngga tepat.
Ini kecenderungan orang. Senangnya menatap ke langit, tapi ngga suka melihat ke bumi. Memang langit indah, awan yang bergumpal dan warna biru yang menyejukkan mata, tapi kalo kelamaan, mata bisa berkunang-kunang dan bisa juga sakit gigi. Bener sakit gigi? Hmm, mungkin belum ada bukti ilmiah, tapi bisa Anda coba sendiri.
Mending sakit gigi atau sakit hati? Ya mending sukses.
What do you think?
Salam Insan Super!!!
Borrys