Maaf, Saya Ngga Punya Yang 1% Itu…


Saya udah lama ngga pernah nulis note, tapi seminggu ini kok rasanya begitu kepingin menuangkan uneg-uneg tentang 1% itu.

Entah kenapa, dalam seminggu ini saya ketemu (baik via internet atau kehidupan nyata) dengan beberapa orang yang mengadaptasi kata-katanya Thomas A.Edison yang kurang lebih

“Sukses itu 1% bakat dan 99% kerja keras”

Orang-orang yang saya temui itu, mengaitkan beberapa kegagalan yang mereka dapat, dengan bilang “maaf, saya ngga punya yang 1% itu”.

Hmmm…saya kok ngga sreg ya dengan pernyataan itu. Bukan merasa sok tau atau sok sukses atau sok-sok lainnya. Hanya rasanya pernyataan itu seperti ‘merendahkan kemampuan manusia’ dan menyiratkan bahwa Tuhan ngga adil. Hanya gara-gara ngga diberi yang 1% itu, akhirnya kita gagal, ngga bisa mencapai apa yg kita inginkan.

Pernah saya ngobrol dengan seorang teman, dia berusaha menjual satu produk kesehatan.
Dia bilang :

“wah Mas, saya ngga bakat nih jadi businessman, susah bener nawarin produk ini”.

Trus karena iseng (ini udah bawaan), saya tanya banyak hal tentang produk itu, dan tiap kali saya tanya, dia selalu sibuk mencari jawaban dari brosur yang disertakan dengan produk ini. Saya bilang ke teman tersebut : “wah kamu, pengetahuan mu aja tentang produk ini ngga mantap, gimana mau meyakinkan orang untuk membeli?”
Trus saya tanya lagi : “Udah nawarin ke berapa orang?”, dia jawab : “Udah ke 20 orang, Mas”.
“Siapa 20 orang itu?”, dia bilang : “Saya ambil aja dari buku telpon”.
Hahaha, saya cuman ketawa aja. Jadi, masalahnya itu ‘bakat’ atau ‘kurang belajar tentang cara berjualan yang benar’ ?

Akhirnya saya bilang ke teman tersebut : “Buat dirimu paling ahli dalam hal produk kesehatan tersebut, dan jangan bilang pernah berusaha jualan kalo belum nawarin ke 1000 orang yang tepat.”
“1000 orang? Gila kali ya. Apa maksud 1000 orang yang tepat?”
“Ngga juga, itu buat target. Yang tepat itu bukan asal dari buku telpon, tapi orang yang benar-benar membutuhkan produk mu. Buat apa menawarkan produk ke orang yang tidak membutuhkan?”
“Kalo ngga sampai 1000 orang bagaimana?”
“Ya ngga apa-apa juga, tapi artinya kamu memperkecil kemungkinan untuk sukses berjualan.”

Banyak lagi cerita nyata, yang kalo diurut memiliki kesamaan, bahwa mungkin mereka ngga punya yang 1% bakat, tapi mereka juga ngga berusaha untuk mendapatkan yang 99% kerja keras itu.
Kalo saya sendiri, ngga pusing dengan yang 1% itu, toh saya masih punya jatah 99% yang pilihannya ada di tangan saya sendiri.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!!!!
Borrys Hasian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s